Terlambat

Ingin aku marah pada sang waktu, yang mempertemukanku denganmu disaat yang salah. Harusnya, aku mengenalmu sejak dulu, hingga aku akan mencintaimu lebih dahulu dari yang lainnya, hingga aku akan mendapatkan hatimu lebih dahulu dari yang lainnya. Namun apa dikata, sang waktu yang bodoh itu mempertemukanku denganmu disaat kau sudah menaruh hatimu dalam dekapan orang lain.
Ah sudahlah, mungkin bukan sang waktu yang salah. Namun diriku sendiri, yang mencintaimu, seorang yang telah melabuhkan hatinya di dermaga orang lain. Namun aku juga tak ingat, atas sebab apa aku bisa mengagumimu, yang berakhir dengan mencintaimu hingga merelakan apapun untukmu.

Tenanglah, aku tak sejahat yang kau kira. Aku takkan merebutmu darinya, aku tak akan membuat masalah diantara kalian berdua. Aku tak akan kejam berdoa agar kau dipisahkan darinya. Aku akan membiarkanmu dengannya, mendoakan kau bahagia. Tapi biarkan aku sedikit menyampaikan apa yang aku rasakan ini padamu.

Aku mencintaimu, hanya dirimu. Ya, setidaknya untuk saat ini, aku sungguh-sungguh bahwa hanya dirimulah yang aku cintai. Maksudku, aku belum menemukan orang lain yang membuatku rela melakukan hal-hal seperti ini, selain dirimu. Yah, walau kutahu kau telah memilih seseorang untuk melabuhkan hatimu. Tapi setidaknya izinkan aku mencintaimu sampai kutemukan alasan untuk mencintai orang lain selainmu.

Kau tahu dengan sangat detail bagaimana aku, bagaimana sifatku. Aku seorang yang tak bisa dekat dengan orang lain, sebelum orang lain itu mendekatiku. Seperti halnya denganmu, aku bisa sedekat ini denganmu dan bisa jatuh hati padamu karena kau lebih dulu mendekatiku. Maka, izinkan aku untuk mencintaimu sampai ada seorang yang mendekatiku dan mampu membuatku berpaling darimu. Atau, setidaknya izinkan aku mencintaimu sampai tumbuh keberanianku untuk mendekati seorang yang mengalihkan pandanganku.

Tapi aku juga tak sebaik yang kau kira. Aku akan mencintaimu lebih dalam dari dirinya, berharap kau merasakan cintaku lebih manis, hingga manis cintanya akan terasa hambar untukmu. Kita analogikan dengan teh manis yang kau minum pagi tadi. Kau meneguk teh itu sekali-dua kali dan teh itu terasa manis. Namun jika di tengah-tengahnya kau memakan secuil kue yang lebih manis, maka saat meneguk teh itu lagi, manis teh itu akan hilang. Paham maksudku?

Baiklah, silahkan nikmati manis cinta yang ia berikan padamu. Aku yang terlambat mengenalmu ini tak bisa berjalan terlalu jauh, hanya mampu menunggu bersama getir, cemburu, rindu, marah, bahagia, dan campuran-campuran perasaan yang tak bisa dijelaskan. Tapi jangan kau abaikan, aku masih mencitaimu. Sangat mencintaimu.tumblr_nr8kmppvf91twt4dho4_540

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s