Mari sini !

Kutunjukkan duniaku, tempatku bergumul dengan mimpimimpi, keinginan yang bertumpuk, semangat yang masih lalu lalang, didalamnya aku bebas berimaji, mengulangi lagu penyemangat yang sama.

Duniaku,
Yang didalamnya kusediakan laut tak terbatas, gelombangnya kadang surut kadang pasang. Dunia yang ku tanami cemara serta akasia.
Di sini, aku bebas berlari, berjalan, tertatih, menari, menyanyi, menulis, membaca apa saja.

Suatu hari aku terbangun, mendapati duniaku oleng. Ada satu komponen yang hilang. Akasia tertinggi, yang akarnya telah ribuan tahun menghujam. Aku bertahan didalam, memperbaiki duniaku. Berusaha menemukan seorang tukang kayu, agar bisa kembali seimbang.

Itu cerita yang dulu paling dulu. Aku juga keheranan bagaimana aku bisa berjalan begitu jauh. Melupakan keduluanku. Berhenti merutuk untuk dunia yang timpang tanpa menemukan seorang tukang kayu.
Benarbenar berjuang sendiri dengan musik yang tak pernah berhenti.

Duniaku tetap sama. Sekarang ombaknya lebih biru, lebih tenang, lebihdingin, lebih mencekam.
Akasia dan cemara pelan berubah hijau tua.

Karna disini aku masih sendiri, sedang diluar ada yang sedia menemani.

Maka, mari sini !
Kita masuki berdua duniaku. Mungkin saja ada beberapa bagian yang tak bisa kutemukan jika sendirian. Keutuhan misalnya.

Mari sini.
Kita berjalan pelan. Menikmati tiap perjalanan. Jika lelah, kita berhenti dihadapan lautan. Jika bosan, kita nyalakan dian yang hampir padam.

Aku ucapkan selamat datang, Tuan.tumblr_o383tyDxAa1ugp61po1_400

(Suatu petang yang panjang ditemani desah hujan. Aku menulisimu dalam diam yang senang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s