Perempuan Rapuh.

Dimalam yang paling sepi, sepetak hati ingin berhenti, sendiri dulu, menikmati tiap kelopak yang jatuh.

Dan aku mendapati seseorang yang paling rapuh. Berjalan sendiri dengan tangan yang tak henti menggenggam daun layu. Terseok menguatkan hati. Tubuhnya bergetar, wajahnya sendu yang paling pukau.
Ia bersimpuh dibawah hujan. Lama terdiam.

Melihatnya bagitu menyedihkan.
Dan dedaun telah gugur, sekelilingnya adalah kosong. Ia tetap disana, seperti menunggu yang sepertinya tak bakal datang.
Entah lupa atau melupa.

Aku berkeyakinan, hatinya mungkin memar yang paling lebam. Tak didapatinya obat untuk sekedar siuman bahwa ia telah terlalu lama disana. Menghitung berapa banyak yang berlalu lalang. Kesemuanya tak pernah menyembuhkan.
Percayanya habis, kecewa seumpama keabadian.tumblr_nr48jto6PG1twt4dho3_540

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s