Bisa?

Sudah terlalu lama kita saling menebak, membiarkan hati yang menerka, kemudian akhirnya kita tidak pernah tahu apa yang sebenarnya dirasakan.

Aku semakin penasaran tapi tidak bisa bertanya, sementara kamu tidak kunjung menjelaskan. Sebatas itu saja. Tidak ada perkembangan.

Pada awalnya aku menyerahkan semua pada waktu. Mungkin seiring dengan berjalannya waktu, kamu akan yakin padaku dan kata cinta itu terucap.

Tapi ternyata sulit, ya? Cinta memang tidak semulus puisinya anak tumblr.

Lama kelamaan, ketidakjelasan hubungan ini semakin parah karena ditambah ketakutanku.

Aku takut jika selama ini, aku tidak cukup baik.
Takut ternyata dunia kita tidak sama.
Takut kalau aku tidak bisa mengimbangi kamu dan kehidupanmu.
Takut seandainya kamu tak benar-benar menginginkan ada kita.

Dulu, aku selalu percaya “cinta itu tidak perlu saling memiliki”. Seperti kita. Kita tidak perlu menjadi kekasih, kalau hanya menginginkan status. Tapi aku sadar, ternyata doktrin itu yang menjadi penyebab hubungan ini begini-begini saja.

Pada akhirnya, cinta itu perlu pamrih. Seseorang yang mencintai sepatutnya dicintai balik sama baiknya. Aku rasa, kita juga perlu demikian.

Jadi, gimana, kita bisa mulai sekarang?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s